Artikel Human Friendly dan Artikel SEO Friendly, Penting Yang Mana?


Tentunya kamu sudah pernah mendengar beberapa istilah di dunia Blogger yang terkadang susah untuk dijelaskan. Mungkin karena menggunakan bahasa asing, atau juga karena istilah tersebut baru saja muncul. Seperti istilah Blog Walking, Black Hat, White Hat, dan juga istilah fenomenal seperti artikel Human Friendly dan SEO Friendly.

Jika kita membahas tentang apa itu Human Friendly dan SEO Friendly, maka pembahasan ini akan terfokus pada konten, yaitu penulisan artikel. Seperti yang sudah banyak di bahas didalam TrenDi Info dalam kategori Teknik Blogging, bahwa konten adalah hal utama dalam membangun sebuah blog yang benar. Tanpa konten yang berkualitas, maka sebuah blog  tidak akan ada apa-apanya.

Pada artikel sebelumnya yang berjudul, Ciri-Ciri Artikel Yang Berkuaitas SEO, saya sudah cukup memaparkan kriteria penulisan yang merujuk pada topik bahasan kali ini, yakni tentang Human Friendly dan SEO Friendly. Namun, dalam beberapa kasus, ternyata artikel yang bagus untuk manusia (Human Friendly) sangat bertolak belakang dengan artikel yang disukai Google (SEO Frienldy). Banyak faktor yang menjadi penyebab kenapa beberapa orang terjebak dalam "aturan" yang menjadi belenggu saat menulis artikel berkualitas.

Pengertian Artikel Human Friendly dan SEO Friendly

Jika kita merujuk pada asal usul kata (etimologi kata), Human Friendly adalah bersahabat dengan manusia. Namun, apa yang dimaksud dengan bersahabat dengan manusia? Tentu saja ini menjadi salah satu hal penting yang wajib diketahui oleh para publisher. Yaitu, sebuah artikel yang berkualitas, harus mampu menyampaikan sebuah informasi kepada pembacanya dengan mudah dan jelas. Seperti menambahkan beberapa informasi penting pada artikel rewrite yang kita publish.

Beberapa artikel yang pernah saya baca di beberapa blog, sering kali terdapat hal-hal yang tidak perlu dilakukan. Seperti menggunakan struktur kalimat yang tidak tepat, atau juga menggunakan kalimat yang sangat terlihat hasil dari terjemahan mesin (translator). Bagaimanapun juga, struktur kalimat menjadi patokan utama para pembaca untuk mendapatkan informasi. Jika struktur kalimat yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah Bahasa, baik asing atau Indonesia, maka sudah pasti artikel tersebut sangat tidak bersahabat dengan manusia. Perhatikan contoh berikut ini :
  1. Saat ini krisis moneter yang terjadi di Indonesia, menjadi sebab utama kenapa Indonesia tidak bisa menjadi negara maju.
  2. Sebab utama tidak mampunya Indonesia menjadi negara maju dikarenakan krisis moneter.
Dari dua contoh di atas, manakah yang paling tepat untuk sebuah artikel Human Friendly? Jika kamu memilih contoh nomor satu, berarti kamu adalah seorang penulis yang mementingkan jumlah kata dari pada keefektifan kalimat. Seorang pembaca akan lebih cepat dan mudah untuk mendapatkan informasi pada contoh kalimat kedua.


Jadi Apa Yang Harus Diperhatikan Untuk Membuat Artikel Human Friendly?

Untuk membuat artikel yang bagus dan berkualitas, kita harus mampu menempatkan diri kita sebagai pembaca. Ketika kita sedang menulis sebuah artikel, akan sangat bijaksana jika kita membaca hasil tulisan tersebut berulang-ulang hingga terasa sangat enak dibaca.

Beberapa teman penulis, sering kali meminta saya untuk membaca artikel mereka sebelum dipublish. Hal ini dilakukan untuk menambah skor kepastian bahwa artikel tersebut mudah untuk saya pahami. Bukan berarti saya pakar dalam menilai, tetapi dengan adanya bantuan dari sesama Blogger, akan sangat membantu untuk meningkatkan kualitas artikel yang kita buat.

Namun apa hanya cukup itu saja? Secara basic, cukup. Namun secara teknis yang lebih mendalam, tidak. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan penulis untuk menciptakan sebuah artikel berkualitas Human Friendly. Seperti :

1. Konsep 5W 1H

Sebuah artikel berkualitas harus memiliki indikator Apa, Dimana, Siapa, Mengapa, Kapan, dan Bagaimana (5W 1 H). Penjabaran yang menggunakan konsep 5W 1 H ini, akan membantu kamu memberikan informasi yang sangat rinci terkait artikel yang kamu buat. Jika kamu belum mampu melakukannya, setidaknya kamu sudah menggunakan 80% indikator tersebut.

2. Transfer Informasi Cepat, 5 Detik

Artikel berkualitas harus mampu memberikan transfer informasi yang cepat bagi pembacanya. Pembaca membutuhkan waktu 5 detik saja, untuk menentukan apakah artikel yang kamu buat memiliki informasi bermanfaat atau tidak. Jika kamu gagal menyampaikan informasi dengan waktu 5 detik pertama, maka kemungkinan besar pembaca akan meningggalkan halaman blog kamu dengan segera.

Jadi bagaimana cara yang paling tepat untuk memanfaatkan waktu 5 detik pertama tersebut? Sangat mudah, gunakan Heading, Subheading, dan Gambar. Biasanya para pembaca akan mencari informasi dari poin-poin yang dijabarkan dalam Sub Judul. Jika pembaca menemukan sub judul yang kebetulan menjadi informasi yang dicari, maka kemungkinan besar ia akan membaca artikel tersebut.

Sebagai contoh, seorang pengunjung ingin mencari informasi tentang ide usaha yang menjanjikan dengan modal 1 juta. Dan kebetulan, artikel kamu berada dihalaman pertama Google. Namun, jika kamu membahas sesuatu yang dirasa sangat umum (tidak ada ide usaha baru), atau mengulas sebuah ide usaha yang tidak masuk akal dalam tiap Sub Judul, maka sudah dipastikan pembaca akan segera minggat dari blog yang kamu kelola. Ini adalah letak kunci keberhasilan artikel yang Human Friendly.

Selain penggunaan Sub Judul, penggunaan gambar akan membantu pembaca untuk mendapatkan informasi yang cepat. Gambar yang sesuai dan menjelaskan isi dari keseluruhan sub judul, akan menjadikan rasa penasaran pembaca untuk lebih mengetahui apakah informasi yang kamu tawarkan benar-benar cocok untuk dia gunakan.

3. Menggunakan Paragraf Pendek

Jika kamu sudah menerapkan penggunaan struktur kalimat yang benar, maka kamu juga wajib menggunakan paragraf pendek untuk membuat artikel yang Human Friendly. Berapa jumlah kalimat yang baik dalam satu buah paragraf? Jika kita boleh mengambil tolak ukur Plugin YoastSEO dari WordPress, maka jawabannya adalah 20 Kalimat.

Jumlah kalimat yang tidak terlalu banyak, akan memudahkan pembaca untuk menerima informasi. Hal ini bersinggungan dengan psikologi manusia, yang dimana tidak terlalu suka membaca tulisan yang terlihat sangat padat dalam satu paragraf.

Jika dalam satu paragraf dibatasi lebih kurang dari 20 kalimat, maka jumlah kata dalam satu Sub Judul pembahasan juga harus menjadi perhatian. Gunakan maksimal 300 Kata saja dalam setiap sub judul yang kamu buat. Hal ini akan meyakinkan pembaca secara psikologis, bahwa artikel yang kamu buat hanyalah artikel pendek yang padat informasi.

4. Menggunakan Joke Adalah Sebuah Cara Yang Pas

Joke atau Candaan adalah satu-satunya cara yang paling sederhana untuk menyentuh emosi pembaca. Saya pribadipun belum mampu menerapkan metode yang sangat penting ini. Kita memang harus memiliki selera humor yang tinggi, untuk menyusun sebuah artikel yang disisipi candaan. Semakin erat isi artikel dengan joke yang dilemparkan, maka semakin nyamanlah seseorang untuk berada di blog yang kamu kelola. Sederhananya, Joke dijadikan penegasan informasi.

Namun, menggunakan Joke merupakan salah satu metode penulisan artikel yang sangat berbahaya. Jika Joke yang kamu lemparkan tidak ada kaitannya atau bahkan terkesan memaksa, maka siap-siap saja blog kamu ditinggalkan, dan bisa jadi blog kamu dipenuhi Bully. Mau coba?

5. Jangan Gunakan Kalimat Pembuka Yang Sama

Siapa bilang ciri khas adalah sesuatu yang selalu bagus? Pada kenyataannya, seseorang akan jenuh dengan kalimat pembuka yang selalu sama. Ingat, pembaca membutuhkan informasi, bukan salam sapa yang terkesan membosankan.

Sah-sah saja untuk menyapa pembaca terlebih dahulu dengan kalimat "Hallo Bro" dan lain sebagainya. Tetapi jika semua artikel yang kamu tulis selalu menggunakan salam "Hallo Bro"? Coba fikirkan dampaknya. Hal ini sebenarnya sudah ditinggalkan oleh banyak Blogger profesional. Penyebabnya sederhana, hal yang sama yang dilakukan berulang-ulang, akan terkesan mengganggu.

Lakukan sesuatu yang lebih kreatif, gokil, atau sesekali nakal. Seperti, "jumpa lagi dengan blog bla bla" diganti menjadi "Nah.. kok kesini lagi". Sesuatu yang baru, pasti punya kesan tersendiri untuk pengunjung.

Selanjutnya, Bagaimana dengan Artikel SEO Friendly? 

SEO ( Search Engine Optimization) adalah sebuah proses untuk mempengaruhi tingkat keterlihatan (visibilitas) sebuah situs web atau sebuah halaman web di hasil pencarian alami (sering disebut juga dengan pencarian tak-berbayar, pencarian non-iklan, atau pencarian organik) dari sebuah mesin pencari (sumber : semseomanagement.com/apa-itu-seo). Sederhananya, SEO itu adalah teknik membuat artikel kamu berada di halaman Pertama Google. Saya tidak akan membahas kenapa artikel kamu harus ada di halaman pertama alias Page One. 

Jika artikel Human Friendly mengutamakan pengalaman pembaca (user experience), maka SEO Friendly menjadikan artikel kita bersahabat dengan mesin pencari (saya hanya akan menyebutkan Google). Tetapi permasalahannya, bagaimana sebuah Robot (Google) bisa bersahabat?

Robot Google memiliki sebuah program atau algoritma khusus yang mampu membaca data-data statistik terkait perilaku pengguna. Algoritma inilah yang akan bekerja untuk menentukan apakah artikel kamu layak berada pada posisi paling top dalam pencarian.

Terdapat dua jenis SEO yang mungkin tidak terlalu familiar diketahui, yaitu SEO Website dan SEO Article. SEO website dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti penggunaan template yang responsif, fast loading, backlink, dan lain sebagainya. Namun kita tidak akan membahas SEO Website, cukup membahas SEO pada artikel.

1. Keyword Selalu Menjadi Yang Utama

Seperti yang kita sering dengar, bahwa kata kunci atau keyword menjadi fokus utama Google untuk menjadikan artikel berada pada posisi puncak. Keyword ini disusun sedemikian rupa dengan menggunakan berbagai macam trik agar Robot Google lebih mudah membaca kandungan informasi. Seperti menggunakan long tail keyword, Latent Semantix Indexing (LSI) atau keyword yang menyerupai/ turunan, dan masih banyak lagi.
Contoh Keyword LSI
Menggunakan keyword sebaik mungkin, menjadikan sebuah artikel akan mampu terbaca dengan mudah oleh Google. Seperti yang dicontohkan pada gambar di atas, bahwa keyword LSI untuk keyword "Bisnis Online" terdiri dari 18 jenis, seperti "bisnis online terbaik", "bisnis online tanpa modal" dan lain sebagainya.

Namun, bagimana menggunakan keyword tersebut? Secara sederhana, kita bisa menggunakan plugin YoastSEO pada WordPress. Plugin ini, akan dengan mudah mengatur penggunaan keyword yang sesuai dengan kriteria. Tetapi saya pribadi kurang suka menggunakan plugin ini, karena terkesan sangat kaku dan membatasi.

Dalam artikel sebelumnya yang berjudul "Artikel Berkualitas SEO" yang mungkin masih diposisi paling atas Google, sudah dijelaskan bagaimana menggunakan keyword dengan menerapkan metode YoastSEO. Tetapi, kamu bisa mencoba beberapa trik penggunaan keyword berikut ini :

a. Gunakan Keyword Utama Pada Judul Artikel

Hal pertama dalam menggunakan keyword yang paling efektif adalah dengan menempatkan keyword secara tepat pada judul. Biasanya keyword diletakkan pada awal kalimat judul, untuk mempermudah robot Google mengenali apa inti artikel yang kamu publish.

Untuk pengguna plugin YoastSEO, tentu akan sangat mudah melakukan hal ini, karena dengan plugin tersebut, judul artikel bisa berbeda dengan yang ditampilkan pada mesin pencari. Pemilik blog bisa menggunakan dua model judul yang berbeda untuk meningkatkan skor SEO artikel, namun tidak menghilangkan kenyamanan saat membaca judul.

Sebagai contoh :
Judul asli di dalam artikel berbunyi : "Mudah Kok, Begini Cara Membuat Artikel SEO Untuk Pemula"

Judul tersebut akan terlihat berbeda ketika muncul di mesin pencari Google. Dengan plugin YoastSEO, judul dapat di setting menjadi seperti : "Cara Membuat Artikel SEO Paling Mudah Untuk Pemula."

b. Gunakan Keyword Utama dan Keyword LSI di Paragraf Pertama dan Kedua

Jika kamu sudah menetapkan keyword utama, LSI, beserta jajarannya, maka yang perlu kamu perhatikan adalah meletakkan keyword pada paragraf pertama dan kedua dari artikel. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Robot Google akan membaca kedua paragraf tersebut terlebih dahulu untuk memutuskan apakah artikel kamu sudah layak untuk menduduki posisi pertama. 

Tetapi banyak blogger (termasuk saya) memaksakan keyword ini berada pada kalimat pertama. Bahkan sering kali di "BOLD" agar terlihat lebih gahar. Cara ini merupakan hasil serapan metode yang ada didalam plugin YoastSEO gratisan. Karena pada plugin YoastSEO premium, keyword tidak harus berada pada kalimat pertama, cukup di dalam paragraf pertama saja.

c. Gunakan Gambar Di Posisi Yang Tepat

Jika keyword berada di paragraf pertama, maka gambar akan lebih baik diletakkan pada paragraf kedua atau ketiga. Hal ini dimaksudkan untuk tidak menutupi penegasan keyword yang kita inginkan. Gunakan atribute gambar secara maksimal, dengan memasukkan keyword utama pada Alt Attribute, dan Keyword Sinonim pada Title Text yang berada pada pilihan "Properties".

Sebagai catatan penting, bahwa cara ini tidak sepenuhnya tepat. Cara ini biasa dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penurunan kekuatan keyword di mata Google. Beberapa artikel yang tulis dan berhasil masuk pada halaman pertama Google, menggunakan gambar utama di awal artikel.

d. Gunakan Keyword Pada Sub Heading Utama

Artikel SEO Friendly memfokuskan keyword pada posisi tertentu yang dianggap menjadi posisi yang paling sering di prioritaskan oleh Robot Google. Salah satu posisi keyword yang menjadi target robot tersebut adalah di Sub Judul artikel yang dituliskan secara tepat sesuai keyword yang ditargetkan. Misal : keyword yang kamu incar adalah "membuat artikel seo friendly", maka keyword ini harus muncul pada sub heading pertama.

Selain itu, penggunaan keyword LSI juga dimanfaatkan pada sub heading yang selanjutnya. Cara ini adalah cara yang paling umum dilakukan untuk membuat artikel SEO Friendly. Dan beberapa blogger yang melakukan ini, memang memberikan hasil yang sangat memuaskan.

e. Menggunakan Keyword Pada URL dan Deskripsi

Link artikel juga menjadi salah satu faktor yang disebut-sebut sebagai syarat dalam membuat artikel SEO Friendly. Sebuah URL yang baik adalah URL yang memiliki keyword utama. Sehingga akan terbentuk sebuah sinkronisasi antara judul, URL, dan isi artikel.

Secara sederhana, akan terbentuk formula sebagai berikut :

  1. Judul : Membuat Artikel SEO Friendly dan Human Friendly Untuk Pemula
  2. Keyword pada paragraf pertama dan kedua : Membuat artikel SEO Friendly, artikel Human Friendly
  3. Keyword pada gambar : artikel SEO Friendly, Artikel Human Friendly
  4. Keyword pada URL : artikel-seo-human-friendly
  5. Keyword pada deskripsi : membuat artikel SEO Friendly dan Human Friendly bukanlah sesuatu yang mudah, dst.

Perhatikan keyword yang dicetak tebal diatas. Keyword tersebut memiliki posisi paling strategis didalam sebuah artikel, yakni berada tepat di awal artikel. Dengan konsisten menggunakan keyword tersebut dalam artikel, maka kamu sudah mendapatkan artikel yang ramah dengan mesin pencari.

2. Artikel Konten Pilar Akan Sangat Membantu

Setelah fokus pada keyword, selanjutnya adalah dengan membuat artikel dengan konten yang saling terkait, alias Konten Pilar. Konten pilar adalah artikel yang sengaja ditulis secara berkesinambungan dan memiliki keterkaitan satu sama lain serta fokus pada satu topik saja. Semakin banyak artikel yang membahas topik yang sama, maka semakin kuatlah pondasi dari blog kamu buat.

Namun untuk menciptakan konten pilar bukanlah sebuah hal yang mudah. Karena terkadang konten yang kita tulis, bisa saja menjadi tidak ada kaitannya sama sekali dengan artikel yang sebelumnya. Walaupun masih dalam topik yang sama. Hal inilah yang membuat sebuah artikel SEO yang maksimal menggunakan keyword, kalah dipencarian Google.

3. Backlink Dari Website Berkualitas

Hal terakhir untuk menciptakan sebuah artikel SEO Friendly adalah berusaha mendapatkan backlink dari website lain. Backlink adalah tautan yang berasal dari luar (outlink) yang diarahkan pada artikel yang kamu tulis karena dianggap relevan untuk dijadikan referensi. Namun untuk mendapatkan backlink yang berkualitas bukanlah sesuatu hal yang mudah. Tidak banyak website yang bersedia memberikan backlink jika artikel yang kita buat tidak berkualitas tinggi.

Beberapa blogger sering melakukan "Backlink Exchange" untuk saling membantu. Namun, saya pribadi tidak menyarankan hal ini. Karena saling bertukar Backlink, bisa menyebabkan DeIndex karena Google melihat ada kecurangan yang dilakukan. Backlink harus dilakukan secara natural, dan benar-benar relevan bagi pembaca.


Jadi, Mana Yang Paling Penting? Artikel SEO atau Artikel Human Friendly?

Silahkan jawab pertanyaan tersebut di kolom komentar. Karena beberapa orang menganggap bahwa salah satu dari kedua pilihan tersebut lebih penting. Ada yang memilih artikel SEO Friendly, dan ada juga yang lebih memilih Artikel Human Friendly?

Bagaimana dengan saya? Saya memilih kedua-keduanya. Baik untuk pembaca, dan bagus untuk mesin Google. Menciptakan artikel dengan dua komponen tersebut memang tidaklah mudah, karena kita diharuskan untuk menyusun artikel yang enak dibaca oleh orang lain, namun juga harus terbaca secara konsisten oleh Google.

Kedua hal inilah yang terus menjadi permasalahan, karena akan ada beberapa isi artikel yang menjadi kontradiksi. Di satu sisi, mengulangi keyword secara konsisten akan membantu artikel berada di halaman pertama Google. Namun, disatu sisi keyword yang terus muncul secara berulang-ulang akan menjadikan pembaca merasa kesal dan terganggu.

Untuk menjadikan dua komponen ini bersahabat, diperlakukan waktu belajar yang cukup panjang. Karena kombinasi antara keduanya memiliki peringkat pertama. Dengan terus berlatih menulis, dan sering membaca artikel, kita akan menemukan cara yang tepat untuk menggabungkan antara artikel Human Friendly dan SEO Friendly.

Semoga artikel yang sangat panjang ini, mampu memberikan informasi bermanfaat bagi kita semua. Dan dapat menjadi referensi untuk menulis konten yang menjadi kunci utama menuju sukses di dunia Blogging. Silahkan berikan komentar kamu jika memiliki saran ataupun kritik terhadap tulisan saya ini.

0 Response to "Artikel Human Friendly dan Artikel SEO Friendly, Penting Yang Mana?"

Post a Comment

Pesan Anda Sedang Di Moderasi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Loading...