Jangan Ngaku Indonesia Kalau Belum Cinta Rupiah

▼▼Dapatkan Voucher Hingga 100.000 Di Sini▼▼
Cinta Rupiah - "Indonesia Tanah Air Ku, Tanah Tumpah Raga Ku", begitulah sebuah penggalan lirik lagu Nasional yang paling sering kita kumandangkan. Namun, apakah kita paham akan maksud dari Lagu Indonesia Raya ini?

Cinta Rupiah
Cinta Rupiah - Sumber Gambar : finance.detik.com

Bahasa yang dituliskan oleh pahlawan kita, W.R. Supratman sepertinya hanya sampai ditelinga kita, bukan kedalam hati dan fikiran. Karena sepertinya cinta Indonesia hanya dianggap sebatas menjadi warga dengan KTP saja.

Bukan tanpa sebab saya mengatakan hal ini, karena saya pribadi melihat sebuah transformasi massal yang dimana Indonesia telah kehilangan identitas dimata masyarakatnya sendiri. Tidak dipungkiri bahwa kemajuan zaman dan teknologi menjadikan kita terbawa arus yang sebenarnya menjadikan kita semakin lupa. Semua dianggap ketinggalan zaman ketika kita menggunakan produk yang dibuat oleh negara sendiri.

Bahkan mata uang Rupiah hanya menjadi sebuah alat bantu transaksi sekunder yang selalu berada pada posisi substitusi atau pengganti. Bayangkan saja, semua transaksi saat ini selalu menggunakan mata uang asing yang dianggap lebih aman dari nilai inflasi. Seperti halnya seseorang yang saya kenal akrab, selalu menukarkan Rupiahnya kedalam bentuk Dollar hanya untuk menjaga nilai uangnya tidak berkurang.

Cinta Rupiah Dengan Penuh, Bukan Dengan Malu

Sebuah percakapan yang sempat menjadikan saya sedikit naik pitam ketika sedang berdiskusi tentang naik turunnya Indonesia dimata dunia bersama seorang broker saham. Dia menilai bahwa Rupiah adalah satu mata uang gagal yang tidak mampu bersaing dengan mata uang asing. "Cak mano ambo biso cinta rupiah kalo hargonyo idak mantap?" (Bagaimana saya bisa cinta rupiah kalau harganya tidak mantap) Sahut dia dengan bahasa Bengkulu. Sontak saya membalas pendapat nyelenehnya dengan membalikkan semua kesalahan yang terjadi pada dia sendiri.
Harga Rupiah Jatuh Karena Kalian Tidak Pernah Menggunakan Rupiah Untuk Transaksi Besar
Bukan tidak beralasan saya menyatakan hal demikian, karena dia sendiri hanya menggunakan rupiah untuk beli "permen" saja. Setiap transaksi besar seperti penyediaan layanan jasa bagi kliennya, dia selalu menggunakan akun Paypal atau transfer menggunakan mata uang asing. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, bahwa alasan utamanya adalah nilai mata uang asing selalu lebih stabil dari pada rupiah.

Memang apa yang dia sebutkan tidak sepenuhnya salah, namun bukan berarti hal tersebut dapat dibenarkan. Cinta Rupiah dengan penuh, berarti kita selalu menggunakan Rupiah sebagai alat tukar utama, bukannya sebagai serap. Runtuhnya sebuah Negara tidak pernah karena Negara Lain, tetapi karena Rakyatnya sendiri yang tidak dengan penuh mencintai Negaranya.

Cinta Rupiah Berarti Mampu Menjaga Negara

Mungkin pernah kita melihat seorang anak kecil memegang selembar uang kertas ketika jajan di warung. Lucu memang ketika seorang anak kecil dengan lugunya berbelanja makanan ringan, namun sedikit kecewa ketika dia memegang uang tersebut dengan meremukkan layaknya kertas biasa.

Cinta Rupiah
Ilustrasi Uang Diremukkan - Sumber Gambar : nedfer7.blogspot.co.id
Yah namanya anak kecil, tidak paham akan pentingnya menjaga Rupiah. Tetapi apa salahnya jika orang dewasa seperti orang tua mengajari anak mereka untuk menghargai Rupiah. Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa nilai mata uang asing dipengaruhi oleh Kualitas Fisik. Sedikit saja terlipat, maka harga mata uang asing tersebut akan berkurang. Jadi kenapa kita lebih menjaga mata uang negara lain dari pada mata uang sendiri?

Ditambah lagi uang dengan pecahan kecil seperti 1.000,- rupiah yang paling sering kita temukan kusam. Rata-rata kita lebih merawat uang dengan nominal besar seperti 50.000 dan 100.000,-. Bagaimana kita bisa cinta rupiah ketika kita sendiri tidak menghargai rupiah? Lupakan angka yang tertera dikertas, tetapi hargailah Lambang Negara yang tercetak diatasnya.
 

Uang Mainan Vs Uang Asli

Ketika masa kanak-kanak dulu, banyak sekali mainan yang bisa kita gunakan seperti Uang Kertas Mainan yang hampir mirip dengan aslinya. Walau ini hanya sekedar mainan saja, tetapi ada sebuah pelanggaran didalamnya.

Uang mainan sering kali menggunakan Lambang Negara bahkan lengkap dengan gambar pahlawannya. Ketika uang mainan ini terbuang, kotor, dan terinjak, disinilah salah bentuk ketidak cintaan kita terhadap rupiah.
Cinta Rupiah
Ilustrasi Uang Mainan - Sumber Gambar : beraunews.com
Kebiasaan kita memanjakan anak, sebenarnya menjadi kesalahan yang menjadikan hilangnya kecintaan anak terhadap rupiah. Uang mainan ini menjadi salah satu icon buruk yang membuat Rupiah menjadi "mainan" yang tidak ada harganya.

Cinta Rupiah berarti mengganggap Rupiah sebagai salah satu hal penting yang patut kita jaga. Walau belum ada aturan tentang aturan penggunaan gambar, warna, dan logo Rupiah pada uang mainan, alangkah baiknya kita sebagai masyarakat mulai menyadari betapa salahnya perbuatan yang kita lakukan.

Saatnya Menggerakkan Hati Cinta Rupiah

Tidak dapat kita menjaga sebuah rumah jika kita membiarkan rumah terbuka lebar untuk para pencuri. Untuk itu, semua kembali kepada kita dengan Cinta Rupiah. Ketika kita memilih untuk tinggal di Indonesia, memilih menjadi warga Indonesia, berarti kita siap untuk menjaga Indonesia.
Jangan remuk, melipat, mencoret, dan menstaples Rupiah adalah bentuk Cinta Rupiah yang nyata
Bagaimana kita bisa dipandang dan dihargai negara lain jika kita sendiri tidak menghargai Rupiah sebagai mata uang Negara? Dengan program Cinta Rupiah yang digalangkan oleh Bank Indonesia ini, sudah saatnya kita turut bekerja sama untuk meningkatkan Kualitas Mata Uang Nasional kita dikanca manca negara.

Saatnya menggerakkan hati, saatnya untuk cinta Rupiah dengan pasti. Gunakan selalu Rupiah untuk berbagai transaksi, agar nilai mata uang kita meningkat dan mampu menjadi mata uang Internasional seperti yang kita dambakan selama ini.

@cintarupiah.id, Gerakan Cinta Rupiah
Berikan Komentar
0 Comments

0 komentar